fff

Tuntas Dalam Proses Pembelajaran di Kelas.













 
















                      
Dalam suatu proses pembelajaran sering dijumpai  seorang peserta didik  kurang memahami tentang apa yang diajarkan oleh gurunya, mau bertanya malu dianggap “telmi” kalau tidak bertanya akan menjadi tidak paham.  Pada akhirnya diwaktu ulangan nilainya jeblok dan turun. Keadaan ini terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa hal, yakni:
  1. Peserta didik tidak berkonsentrasi  saat proses  pembelajaran berlangsung.  Ketika tengah mengikuti  proses pembelajaran, ada hal lain yang tengah dipikirkan atau   mungkin dikerjakan, misalnya :permasalahan di  rumah yang belum tuntas. Bisa jadi  curi waktu mengerjakan tugas mata pelajaran lain   
  2. Siswa tidak senang pada guru tersebut karena alasan  pribadi. Ada sih beberapa guru  yang kurang disenangi peserta didiknya karena alasan galak, tidak pernah humor, atau mungkin pelit dalam penilaian. Hal ini mempengaruhi peserta didik tidak sepenuh hati mengikuti kegiatan pembelajaran.
  3. siswa merasa takut dan malu bertanya.  Bagi pesertadidik tertentu bertanya adalah hal tabu yang dilakukan. karena  jika bertanya pada guru , maka akan dianggap bodoh oleh teman-temannya. Padahal bertanya merupakan lilin dalam kegelapan, pepatah juga mengatakan "malu bertanya akan sesat dijalan".
  4. Peserta didik merasa kesulitan merangkai kata dan menggunakan bahasa formal untuk bertanya, sehingga kalau ada kalimat yang terlontar tidak selaras dengan bahasa formal (jawa ngoko) akan ditertawakan temannya.
Faktor-faktor diatas tentu harus segera diatasi, agar proses kegiatan pembelajaran mencapai tujuan. Satu dari banyak cara yang bisa dilakukan adalah :
  1. Pemilihan pendekatan dan metode pembelajaran yang  disesuaikan dengan karakter kelas yang tengah diajar.
  2. Mengenali secara cermat kondisi kepribadian peserta     didik, untuk dapat membangkitkan intelektual              emosional  mereka agar terlibat aktif  dalam proses kegiatan pembelajaran.
  3. Melakukan evaluasi tertulis tentang pokok bahasan          pada  setiap akhir proses kegiatan pembelajaran. Jika      ditemukan  nilai kurang, maka segera dicari solusinya,      yaitu remidi ataukah melakukan proses lain.
  4. Mengkondisikan agar semua peserta didik tetap bersemangat selama proses kegiatan pembelajaran.         tanpa dibayang bayang oleh rasa ketakutan dan               penyepelean.
Menjadi peserta didik yang benar tidaklah mudah dan menjadi guru yang ideal bukanlah sesuatu yang gampang.  Nilai tuntas diatas KKM bukan satu-satunya kriteria keberhasilan dari proses pembelajaran, sebab masih ada yang lain yaitu karakter yang dibangun harus tampak dan bisa diamati secara berkesinambungan waktu.

Sumber: GANAPATISAKA, dengan perubahan seperlunya


Mau tahu ???

klik disini