|
Dalam suatu proses pembelajaran sering
dijumpai seorang peserta didik kurang memahami tentang apa yang diajarkan
oleh gurunya, mau bertanya malu dianggap “telmi” kalau tidak bertanya akan
menjadi tidak paham. Pada akhirnya
diwaktu ulangan nilainya jeblok dan turun. Keadaan ini terjadi karena dipengaruhi oleh
beberapa hal, yakni:
-
Peserta didik tidak berkonsentrasi
saat proses pembelajaran berlangsung. Ketika
tengah mengikuti proses pembelajaran, ada hal lain yang tengah dipikirkan atau mungkin
dikerjakan, misalnya :permasalahan di rumah yang
belum tuntas. Bisa jadi curi waktu mengerjakan tugas mata pelajaran lain
- Siswa tidak senang pada guru
tersebut karena alasan pribadi. Ada sih beberapa guru yang
kurang disenangi peserta didiknya karena alasan galak, tidak pernah humor, atau mungkin pelit dalam penilaian. Hal ini mempengaruhi peserta didik tidak sepenuh hati mengikuti kegiatan pembelajaran.
- siswa merasa takut dan malu
bertanya. Bagi pesertadidik tertentu bertanya adalah hal tabu yang dilakukan. karena jika bertanya pada guru , maka akan dianggap bodoh oleh teman-temannya. Padahal bertanya merupakan lilin dalam kegelapan, pepatah juga mengatakan "malu bertanya akan sesat dijalan".
-
Peserta didik merasa kesulitan merangkai kata dan menggunakan bahasa formal untuk
bertanya, sehingga kalau ada kalimat yang terlontar tidak selaras dengan bahasa formal (jawa ngoko) akan ditertawakan temannya.
Faktor-faktor diatas tentu harus segera diatasi, agar proses kegiatan
pembelajaran mencapai tujuan. Satu dari banyak cara yang bisa dilakukan
adalah :
- Pemilihan
pendekatan dan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan karakter kelas yang
tengah diajar.
- Mengenali
secara cermat kondisi kepribadian peserta didik, untuk dapat membangkitkan
intelektual emosional mereka agar terlibat aktif dalam proses kegiatan pembelajaran.
- Melakukan
evaluasi tertulis tentang pokok bahasan pada setiap akhir proses kegiatan
pembelajaran. Jika ditemukan nilai kurang, maka segera dicari solusinya, yaitu remidi ataukah melakukan proses lain.
- Mengkondisikan
agar semua peserta didik tetap bersemangat selama proses kegiatan
pembelajaran. tanpa dibayang bayang oleh rasa ketakutan dan penyepelean.
Menjadi peserta didik yang benar tidaklah mudah dan menjadi guru yang ideal
bukanlah sesuatu yang gampang. Nilai
tuntas diatas KKM bukan satu-satunya kriteria keberhasilan dari proses pembelajaran,
sebab masih ada yang lain yaitu karakter yang dibangun harus tampak dan bisa
diamati secara berkesinambungan waktu.
Sumber: GANAPATISAKA, dengan perubahan seperlunya
|